<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Kristiani</title>
	<atom:link href="http://artikelkristiani.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://artikelkristiani.wordpress.com</link>
	<description>Penyejuk Hati</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Oct 2011 12:04:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='artikelkristiani.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Artikel Kristiani</title>
		<link>http://artikelkristiani.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://artikelkristiani.wordpress.com/osd.xml" title="Artikel Kristiani" />
	<atom:link rel='hub' href='http://artikelkristiani.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengasihi adalah Bahasa Orang Bijak</title>
		<link>http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/03/14/mengasihi-adalah-bahasa-orang-bijak/</link>
		<comments>http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/03/14/mengasihi-adalah-bahasa-orang-bijak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 08:39:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelkristiani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spiritualitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelkristiani.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Orang bijak di seluruh dunia di sepanjang masa pastilah mengajarkan tentang mengasihi sesama umat manusia. Jika kita menelusuri segala kitab suci dari berbagai agama akan kita dapati bahwa ajaran mereka semua adalah tentang saling mengasihi sesama umat manusia. Yesus bersabda, ” Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat! ” Yesus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelkristiani.wordpress.com&amp;blog=12142753&amp;post=15&amp;subd=artikelkristiani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Orang bijak di seluruh dunia di sepanjang masa pastilah mengajarkan tentang mengasihi sesama umat manusia. Jika kita menelusuri segala kitab suci dari berbagai agama akan kita dapati bahwa ajaran mereka semua adalah tentang saling mengasihi sesama umat manusia.</p>
<p><span id="more-15"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Yesus bersabda, ” Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat! ”</p>
<p style="text-align:justify;">Yesus mengajarkan untuk mengasihi, sekalipun ia adalah musuhmu. Di lain waktu maka Yesus bersabda, ”Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.“ dan “Kasihilah musuhmu, sama seperti kamu mengasihi sesamamu.“ serta “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.“<br />
Apakah kata-kata kasih ini masih belum membangkitkan hati kasih kita?</p>
<p style="text-align:justify;">Mengutip dari tulisan web lain:</p>
<blockquote style="text-align:justify;"><p>Berapa banyak dikisahkan, apa harus yang dialami Nabi Muhammad SAW selama hidupnya. Disakiti , difitnah, dimusuhi , bahkan hendak dibunuh.</p>
<p>Dikisahkan seorang wanita tua yang tak bosannya melempari sampah karena kebencian pada Nabi. Semua diterima tanpa emosi. Justru dengan hati yang mengasihi sebagai balasannya . Suatu ketika mengetahui wanita tua itu sakit, Nabi datang melayaninya dan merawatnya tanpa ada dendam karena wanita tua itu hidup sebatang kara.<br />
Begitu banyak sabda-sabda Nabi agar umatnya untuk saling mengasihi sesama manusia, bukan hanya se-Muslim saja .</p>
<p>Diantaranya, “Cintailah manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri.” dan “Tidak akan masuk surga kecuali orang yang penyayang. “ serta “Sekali-kali tidaklah kalian beriman sebelum kalian mengasihi. “</p>
<p>Kemudian sabda Nabi yang lain, “Janganlah kamu saling membenci, berdengki-dengkian, saling berpalingan, dan jadilah kamu sebagai hamba Allah yang bersaudara. “</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Buddha Gautama juga mengajarkan tentang cinta kasih kepada semua makhluk di dunia ini. Sang Buddha bersabda: Jika seseorang dengan kedunguannya berbuat salah terhadapku, maka aku akan membalasnya dengan melindunginya dalam tirai kasihku yang tak terbatas. Semakin jahat yang datang darinya, semakin baik yang harus kuberikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana pun diperlakukan oleh Devadatta, keponakannya sendiri. Hendak dibunuh dan difitnah , Sang Buddha tak bergeming dalam kasihnya tanpa tercemarkan. Karena Sang Buddha selalu mengajarkan tentang cinta kasih kepada semua makhluk. Jangan membalas kebencian dengan kebencian, karena kebencian tidak akan dapat memadamkam kebencian, tapi balaslah dengan cinta kasih.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin masing-masing umat berdalih, Yesus Kristus, Nabi Muhammad, dan Buddha Gautama sudah mencapai tingkat kesucian dan manusia pilihan Tuhan. Jangan bandingkan dengan kita yang masih orang biasa dan masih banyak kesalahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi, bukankah masing-masing kita telah menjadikan Yesus, Nabi Muhammad dan Sang Buddha itu sebagai junjungan? Lalu pantaskah ketika kita menganggung-agungkan namanya di mulut kita, namun di dalam hati penuh kebencian kepada sesama kita? Akankah kita memuji Tuhan dengan mulut kita, tetapi hati kita menghujat ajaran -Nya tentang kasih? Jika engkau mengasihi Tuhan, maka engkau juga harus mengasihi sesama manusia. Karena itu adalah hukum yang utama.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelkristiani.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelkristiani.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelkristiani.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelkristiani.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelkristiani.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelkristiani.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelkristiani.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelkristiani.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelkristiani.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelkristiani.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelkristiani.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelkristiani.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelkristiani.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelkristiani.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelkristiani.wordpress.com&amp;blog=12142753&amp;post=15&amp;subd=artikelkristiani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/03/14/mengasihi-adalah-bahasa-orang-bijak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1513353a69c7cdde6f0516a67c3691d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelkristiani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iman Tak Dapat Dibeli</title>
		<link>http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/03/11/iman-tak-dapat-dibeli/</link>
		<comments>http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/03/11/iman-tak-dapat-dibeli/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 07:36:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelkristiani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kristen dan Agama Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelkristiani.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Menyebarkan agama adalah hal yang baik bagi setiap agama. Mengajarkan keimanan dan keyakinan suatu agama dipandang sebagai hal yang mulia oleh setiap agama. Namun ketika cara-cara yang ditempuh itu salah, maka penyebaran agama menajdi hal yang sangat menjijikan. Sebagian orang beranggapan bahwa iman itu adalah barang murah yang dapat dibarter dengan hal-hal duniawi. Sering orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelkristiani.wordpress.com&amp;blog=12142753&amp;post=13&amp;subd=artikelkristiani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Menyebarkan agama adalah hal yang baik bagi setiap agama. Mengajarkan keimanan dan keyakinan suatu agama dipandang sebagai hal yang mulia oleh setiap agama. Namun ketika cara-cara yang ditempuh itu salah, maka penyebaran agama menajdi hal yang sangat menjijikan.</p>
<p><span id="more-13"></span></p>
<p align="justify">Sebagian orang beranggapan bahwa iman itu adalah barang murah yang dapat dibarter dengan hal-hal duniawi. Sering orang yang berhasil mengkristenkan seseorang dengan cara memberikan kebutuhan-kebutuhan duniawi itu merasa bahwa Tuhan telah berkenan kepadanya. Padahal ia tidak mengerti sama sekali apa yang diinginkan Tuhan.</p>
<p align="justify">Tuhan tak membutuhkan iman yang seperti itu. Tuhan ingin agar manusia beriman kepada-Nya dengan segenap hati, akal budi, dan jiwa-raganya. Tidak ada iman bagi mereka yang berkata beriman dengan mulutnya, tetapi hatinya justeru menghujat Tuhan. Iman itu terletak di hati, bukan di mulut. Pengakuan iman mereka yang mendapat sembako hanya di mulut saja. Tetapi hati mereka tidak mengenal Tuhan. Jika mereka tak mengenal Tuhan, lalu bagaimana mereka mau mengasihi Tuhan?</p>
<p align="justify">Memberi sesama manusia adalah baik. Tetapi jangan kau kira hal itu dapat membeli iman seseorang. Yesus telah memberi kepada orang beriman dan juga kepada orang tak beriman. Yesus tetap memberi, walau pun orang itu tetap tak beriman. Karena tujuan Yesus dalam memberi adalah untuk menyenangkan Bapa, bukan untuk membeli iman seseorang. Karena Yesus tahu bahwa iman itu tak dapat dibeli.</p>
<p align="justify">Pelajarilah ajaran Yesus dengan seksama agar engkau tak terjatuh ke dalam kebodohan. Pahamilah hakikat iman sebelum engkau mengajarkan iman kepada orang lain. Bagaimana engkau akan mengharapkan orang lain beriman, sedangkan engkau sendiri belum paham apa itu iman?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelkristiani.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelkristiani.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelkristiani.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelkristiani.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelkristiani.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelkristiani.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelkristiani.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelkristiani.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelkristiani.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelkristiani.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelkristiani.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelkristiani.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelkristiani.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelkristiani.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelkristiani.wordpress.com&amp;blog=12142753&amp;post=13&amp;subd=artikelkristiani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/03/11/iman-tak-dapat-dibeli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1513353a69c7cdde6f0516a67c3691d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelkristiani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jilbab Itu Kristiani</title>
		<link>http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/03/11/jilbab-itu-kristiani/</link>
		<comments>http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/03/11/jilbab-itu-kristiani/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 07:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelkristiani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kristen dan Agama Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelkristiani.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Saya sedih melihat kondisi sebagian orang Kristen yang masih mencela agama orang lain dan apa-apa yang melekat pada agama tersebut. Di antara hal tersebut adalah sebagian orang yang mencela soal jilbab. Mengapa jilbab dicela dan dibenci? Apakah karena jilbab itu budaya yang buruk? Saya yakin bukan. Tetapi karena jilbab itu dianggap sebagai pakaian suatu agama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelkristiani.wordpress.com&amp;blog=12142753&amp;post=11&amp;subd=artikelkristiani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Saya sedih melihat kondisi sebagian orang Kristen yang masih mencela agama orang lain dan apa-apa yang melekat pada agama tersebut. Di antara hal tersebut adalah sebagian orang yang mencela soal jilbab.</p>
<p><span id="more-11"></span></p>
<p align="justify">Mengapa jilbab dicela dan dibenci? Apakah karena jilbab itu budaya yang buruk? Saya yakin bukan. Tetapi karena jilbab itu dianggap sebagai pakaian suatu agama tertentu. Karena orang tersebut benci kepada agama tertentu itu, lalu ia pun membenci gaya pakaiannya.</p>
<p align="justify">Padahal sesungguhnya jilbab itu baik. Jika ia buruk, tentu Gereja akan melarang pakaian serupa itu dikenakan di Gereja. Tetapi justeru Gereja berkenan atas pakaian seperti itu dikenakan oleh wanita di Gereja.</p>
<p align="justify">Bahkan seharusnya, semua wanita yang ingin melakukan kebaktian, haruslah dia mengenakan penutup kepala, kecuali jika ia mau membotaki kepalanya. Begitulah apa yang diajarkan Paulus kepada para jemaat wanita.</p>
<p align="justify">Apa manfaat dari mengenakan pakaian semacam itu? Pakaian seperti itu akan menambah kekusukan dalam berdoa. Para pria yang datang ke Gereja pun akan terselamatkan matanya dari berzinah. Kekudusan Gereja akan benar-benar terjaga. Kerukunan antar umat beragama pun akan terjaga. Masih banyak lagi manfaatnya yang lain.</p>
<p align="justify">Pakaian seperti itu adalah ajaran Yesus yang sejati. Itu bukan hanya milik agama tertentu. Cobalah Anda lihat para bikuni. Mereka memang tidak memakai penutup kepala, tetapi mereka mencukur rambut mereka seperti yang diajarkan Paulus. Kebaikan seperti ini adalah kebaikan universal. Siapa pun boleh menerapkannya. Siapa yang mencelanya, berarti ia telah mencela kebaikan yang diakui oleh kebanyakan manusia. Jilbab atau tudung bagi wanita bukan hanya milik Islam, bukan hanya milik Kristen, tetapi milik dunia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelkristiani.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelkristiani.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelkristiani.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelkristiani.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelkristiani.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelkristiani.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelkristiani.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelkristiani.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelkristiani.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelkristiani.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelkristiani.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelkristiani.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelkristiani.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelkristiani.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelkristiani.wordpress.com&amp;blog=12142753&amp;post=11&amp;subd=artikelkristiani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/03/11/jilbab-itu-kristiani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1513353a69c7cdde6f0516a67c3691d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelkristiani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hiduplah dengan Kudus! Jangan Berzinah!</title>
		<link>http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/02/25/hiduplah-dengan-kudus-jangan-berzinah/</link>
		<comments>http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/02/25/hiduplah-dengan-kudus-jangan-berzinah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 22:50:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelkristiani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spiritualitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelkristiani.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku&#8230;. Jangan berzinah. [Keluaran 20:6,14] Tuhan selalu menepati janji-Nya selama kita juga menepati janji kita untuk selalu mengasihi-Nya. Salah satu bentuk kasih kita kepada Tuhan adalah kita menjalani hidup yang kudus. Tuhan melarang kita berzinah. Karena zinah timbul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelkristiani.wordpress.com&amp;blog=12142753&amp;post=9&amp;subd=artikelkristiani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;">tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku&#8230;. Jangan berzinah. [Keluaran 20:6,14]</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tuhan selalu menepati janji-Nya selama kita juga menepati janji kita untuk selalu mengasihi-Nya. Salah satu bentuk kasih kita kepada Tuhan adalah kita menjalani hidup yang kudus. Tuhan melarang kita berzinah. Karena zinah timbul dari ketidak-kudusan.</p>
<p><span id="more-9"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. [Matius 5:27-30]</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Berzinah, menurut Yesus, bukan hanya engkau mempertemukan dua aurat, tetapi jika engkau telah berfikir tidak kudus ketika memandang lawan jenismu, maka engkau telah berzinah. Ketika engkau menyentuh lawan jenismu dengan fikiranmu yang tidak kudus, maka engkau telah berzinah.</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa banyak pemuda saat ini yang terjatuh kepada zinah karena diawali oleh pandangan yang tidak kudus dan sentuhan yang penuh birahi. Mereka mengubah semangat hari kasih sayang menjadi hari perzinahan. Awalnya mereka hanya saling pandang. Namun pandangan itu mengarahkan fikirannya kepada birahi. Lalu terjadilah apa yang tidak berkenan bagi Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Wanita di zaman ini juga telah menjadi sama dengan Ohola dan Oholiba. Wanita-wanita di zaman ini seperti orang-orang yang tidak setia kepada Tuhan. Bahkan mereka telah menggoda jemaat Tuhan. Mereka tak ubahnya wanita sundal yang suka duduk di pinggir jalan dengan memperlihatkan paha dan buah dadanya kepada setiap lelaki yang lewat. Bahkan mereka berani masuk ke dalam Gereja, berbicara dengan pendeta dalam keadaan seperti itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak tahukah mereka bahwa laki-laki dewasa yang sehat akan birahi bila melihat bagian-bagian tubuh wanita tersebut? Setiadknya akan meningkatkan aliran darah dan bekerjanya hormon-hormon tertentu. Inilah yang dimaksud Yesus bahwa pria itu telah berzinah.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dari itu, hiduplah secara kudus! Gunakanlah pakaian yang tidak mengganggu jemaat Tuhan! Janganlah mencobai jemaat Tuhan! Karena tidak semua jemaat Tuhan itu telah kuat imannya. Bahkan seorang pendeta pun dapat terjatuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi pria, janganlah engkau malah membuat situs-situs phorno! Karena dengan membuat situs-situs phorno, engkau bukan hanya sesat, tetapi juga menyesatkan domba gembalaan Tuhan. Mari kita berusaha untuk hidup kudus! Karena kita mengasihi Tuhan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelkristiani.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelkristiani.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelkristiani.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelkristiani.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelkristiani.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelkristiani.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelkristiani.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelkristiani.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelkristiani.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelkristiani.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelkristiani.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelkristiani.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelkristiani.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelkristiani.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelkristiani.wordpress.com&amp;blog=12142753&amp;post=9&amp;subd=artikelkristiani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/02/25/hiduplah-dengan-kudus-jangan-berzinah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1513353a69c7cdde6f0516a67c3691d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelkristiani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berikan Pipi Kirimu</title>
		<link>http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/02/20/berikan-pipi-kirimu/</link>
		<comments>http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/02/20/berikan-pipi-kirimu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 11:36:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelkristiani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spiritualitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelkristiani.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Shalom bpk Stef Ada teman bertanya kepada saya perihal : kalau ditampar pipi kiri apakah anda akan berikan lagi pipi kanan untuk ditampar ? Itu namanya cari gara-gara atau bodoh ? dan terus terang saya katakan maaf, saya belum tahu dan saya akan cari tahu mengenai hal tersebut dan kemudian dia mengatakan mau tahu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelkristiani.wordpress.com&amp;blog=12142753&amp;post=5&amp;subd=artikelkristiani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify;">Pertanyaan:</h2>
<p style="text-align:justify;">Shalom bpk Stef</p>
<p style="text-align:justify;">Ada teman bertanya kepada saya perihal : kalau ditampar pipi kiri apakah anda akan berikan lagi pipi kanan untuk ditampar ? Itu namanya cari gara-gara atau bodoh ? dan terus terang saya katakan maaf, saya belum tahu dan saya akan cari tahu mengenai hal tersebut dan kemudian dia mengatakan mau tahu apa yg dilakukan Yesus ketika ditampar ? Lihat Yoh 18: 23<br />
Mohon pencerahannya</p>
<p><span id="more-5"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Salam kasih<br />
S A</p>
<h2 style="text-align:justify;">Jawaban:</h2>
<p style="text-align:justify;">Shalom Sabar Andreas,</p>
<p style="text-align:justify;">Terimakasih atas pertanyaannya. Teman anda ada benarnya dengan menggabungkan dua ayat, yaitu: Mat 5:39 dan Yoh 18:23, namun ada salahnya dengan mengatakan hal itu adalah sesuatu yang bodoh. Itu sesuatu yang bodoh menurut kacamata dunia, namun sesuatu yang berkenan menurut Tuhan.  Mari kita melihatnya bersama-sama.</p>
<p style="text-align:justify;">1) Mat 5:39 mengatakan “Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun <strong>yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu</strong>“.<br />
Hal ini harus dilihat dalam konteks Mat 5 secara keseluruhan, yaitu “<strong>Kotbah di bukit</strong>“. Pengajaran pertama yang diberikan Yesus kepada banyak orang adalah kotbah di bukit, dimana ini merupakan hukum yang baru, yang memperbaharui hukum yang lama.</p>
<p style="text-align:justify;">2) Ini dapat dilihat pada waktu Yesus mengatakan “Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum…” (Mat 5:21-22). Dan Yesus juga mengatakan “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya” (Mat 5:27-28).</p>
<p style="text-align:justify;">
Atau hal yang lain, Yesus mengatakan “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu“(Mat 5:43-44).</p>
<p style="text-align:justify;">Dari hal tersebut di atas dapat disimpulkan:</p>
<p style="text-align:justify;">1) Yesus menekankan untuk tidak membalas perbuatan jahat dengan perbuatan jahat, namun <strong>membalas perbuatan jahat dengan perbuatan baik</strong>. Inilah sikap kasih terhadap sesama yang berdasarkan kasih terhadap Tuhan. Inilah yang membuat Santo Maximilian Kolbe menyerahkan nyawanya sendiri sebagai pengganti nyawa tawanan yang lain.  Kasih seperti inilah yang membuat yang terberkati ibu Teresa dari Kalkuta merawat orang-orang yang miskin, sakit, dan tidak diinginkan.</p>
<p style="text-align:justify;">2) Hal yang lain adalah Yesus tidak terlalu menekankan akan pelaksanaan hukum Taurat, namun lebih kepada <strong>disposisi hati</strong>. Disposisi hati ini sangat penting, karena apa yang ada di dalam akan terekpresi keluar, seperti yang dikatakan Yesus bahwa dengan melihat perempuan dan menginginkannya, seseorang sudah berzinah.</p>
<p style="text-align:justify;">3) Bagaimana mungkin Yesus memberikan perintah yang begitu sulit untuk dilaksanakan? Yesus telah memampukan manusia untuk menjalankan perintah, seperti yang dikatakan dalam kotbah di bukit, dengan <strong>memberikan diri-Nya sendiri</strong>, sehingga melalui Kristus berkat Allah tercurah, yaitu dalam Sakramen Baptis. Hukum yang baru yang ditetapkan oleh Kristus dinamakan “<strong>Berkat atau the law of grace</strong>“, yang memperbaharui hukum Taurat.</p>
<p style="text-align:justify;">4) Dari dasar ini, pada waktu Yesus mengatakan kalau kita ditampar pipi kanan, kita harus memberikan pipi kiri, harus dilihat suatu <strong>sikap hati yang benar, bukan secara literal</strong>. Ini juga dicontohkan oleh Yesus pada waktu Dia ditampar oleh seorang prajurit “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku? (Yoh 18:23). Dari jawaban Yesus dan penderitaan yang dialami oleh Yesus, maka kita melihat bahwa Yesus tidak hanya memberikan perintah, namun Dia sendiri menjalankannya. Dia katakan “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Mat 5:44);  Ia-pun berdoa bagi mereka yang membencinya,  “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan” (Lk 23:34) Menariknya, perkataan Yesus ini juga diucapkan oleh nabinya orang Islam ketika dia dilempari batu oleh orang-orang yang menolak dia. Nabi itu juga berdoa, “Ya Allah, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Maka seharusnya kita malu jika kita tidak bisa melakukan hal seperti ini. Tidak sepantasnya kita membalas kejahatan dengan kejahatan. Tetapi balaslah kejahatan dengan pemberian maaf dan juga kebaikan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">5) Ini juga menjadi inti dari perintah <strong>kekudusan</strong>, yaitu mengasihi Tuhan dan sesama, dimana <strong>dimulai dari hati</strong>. Sesuatu yang terlihat baik dari luar belum tentu membuat orang diselamatkan kalau dia melakukannya bukan didasarkan kasih namun untuk kebanggaan diri sendiri. Perbuatan baik yang mengalir dari hati yang penuh kasih kepada Tuhan inilah yang akan diperhitungkan oleh Tuhan. Dan sikap inilah yang akan membawa kita kepada kesempurnaan, seperti yang dikatakan oleh Yesus pada akhir kotbahnya di bukit “<strong>Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna</strong>” (Mat 5:48).</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian apa yang dapat saya sampaikan dan semoga dapat menjawab pertanyaan Andreas. Mari kita bersama-sama berjuang untuk menjadi sempurna, yaitu berjuang untuk hidup kudus, yang diwujudkan dalam kasih kepada Tuhan dan sesama.</p>
<p style="text-align:justify;">katolisitas.org</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelkristiani.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelkristiani.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelkristiani.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelkristiani.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelkristiani.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelkristiani.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelkristiani.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelkristiani.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelkristiani.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelkristiani.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelkristiani.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelkristiani.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelkristiani.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelkristiani.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelkristiani.wordpress.com&amp;blog=12142753&amp;post=5&amp;subd=artikelkristiani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/02/20/berikan-pipi-kirimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1513353a69c7cdde6f0516a67c3691d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelkristiani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kerukunan Umat Beragama</title>
		<link>http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/02/20/kerukunan-umat-beragama/</link>
		<comments>http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/02/20/kerukunan-umat-beragama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 11:02:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelkristiani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kristen dan Agama Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelkristiani.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Meski bukan tema baru dan sudah sering dibahas pada diskusi, seminar, konferensi, maupun di artikel atau buku, tetapi persoalan kerukunan umat beragama senantiasa perlu kembali disegarkan dan terus-menerus disosialisasikan. Penyegaran dan sosialisasi itu disebabkan konflik antarumat beragama dan intern umat beragama di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya, masih terus berlangsung hingga hari ini. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelkristiani.wordpress.com&amp;blog=12142753&amp;post=3&amp;subd=artikelkristiani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Meski bukan tema baru dan sudah sering dibahas pada diskusi, seminar, konferensi, maupun di artikel atau buku, tetapi persoalan kerukunan umat beragama senantiasa perlu kembali disegarkan dan terus-menerus disosialisasikan. Penyegaran dan sosialisasi itu disebabkan konflik antarumat beragama dan intern umat beragama di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya, masih terus berlangsung hingga hari ini.</p>
<p><span id="more-3"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, kerukunan umat beragama sangat kita perlukan, agar kita semua bisa menjalani kehidupan beragama dan bermasyarakat di bumi Indonesia ini dengan damai, sejahtera, dan jauh dari kecurigaan kepada kelompok-kelompok lain. Dengan begitu, agenda-agenda kemanusiaan yang seharusnya dilakukan dengan kerja sama antaragama, seperti memberantas kemiskinan, memerangi kebodohan, mencegah korupsi, membentuk pemerintahan yang bersih, serta memajukan bangsa, dapat segera dilakukan dengan sebaik-baiknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara historis, politis, dan sosiologis, Indonesia punya modal sangat kuat dalam membina, menyuburkan, dan menanamkan ajaran kerukunan umat beragama. Kita bisa menengok kembali sejarah pembentukan dan perjuangan kemerdekaan bangsa ini. Bangsa Indonesia yang beratus-ratus tahun dijajah Portugis, Belanda, serta Jepang, berhasil merdeka berkat kerja sama erat dan saling bahu-membahu para pendiri bangsa yang berbeda agama. Penghapusan Piagam Jakarta dan kata-kata &#8220;kewajiban menerapkan syariat Islam bagi para pemeluknya&#8221;, merupakan bentuk kompromi politik dari Bapak Bangsa untuk menjamin agar tidak ada superioritas antarsatu agama di atas agama lain dan demi terjaganya kerukunan umat beragama di Indonesia. Bahkan, Pancasila dan slogan &#8220;Bhinneka Tunggal Ika&#8221; juga menjadi visi, misi, dan panduan yang memberikan pedoman tentang pentingnya kerukunan umat beragama untuk bangsa ini pada masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.<br />
Peran Depag</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam penyosialisasian, pendiseminasian, penegakan, dan penyuburan kerukunan umat beragama ini, sebetulnya Departemen Agama menduduki posisi yang penting dan sangat menentukan. Sebagai departemen yang diberi tugas mengatur dan menangani persoalan serta urusan keagamaan bagi seluruh rakyat Indonesia, tentunya Depag harus terus membuka mata dan memperhatikan masalah-masalah kehidupan umat beragama, baik yang berskala kecil maupun besar. Problem itu, tentunya sangat berkaitan dengan relasi umat agama di Indonesia yang terdiri atas multiagama, multiorganisasi, multiperspektif.</p>
<p style="text-align:justify;">Menyadari pentingnya berbagai persoalan itu, Depag sejak 1970-an sudah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang terkait dengan persoalan kerukunan umat beragama di Indonesia. Menteri Agama Mukti Ali memperkenalkan pentingnya dialog antaragama dan ilmu perbandingan agama yang diajarkan sebagai mata kuliah di berbagai perguruan tinggi. Kedua hal itu penting, sebagai bentuk penyiapan kader-kader dan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan konflik antara agama dan pemikiran yang terbuka, berwawasan luas, serta mendahulukan solusi kebersamaan demi masa depan Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Upaya ini dilanjutkan Menteri Agama Alamsyah Ratu Prawiranegara yang menyosialisasikan pentingnya trilogi kerukunan umat beragama. Pertama, kerukunan antarumat beragama, yaitu kerukunan dan saling menghormati di antara pemeluk berbagai agama. Kedua, kerukunan intern umat beragama, yaitu kerukunan di antara golongan-golongan dalam satu agama tertentu. Ketiga, kerukunan di antara semua kelompok keagamaan dan pemerintah (Azyumardi Azra &amp; Saiful Umam (Editor), Menteri-Menteri Agama RI: Biografi Sosial Politik, 1998).</p>
<p style="text-align:justify;">Masa depan toleransi</p>
<p style="text-align:justify;">Berbagai upaya, tindakan, serta inisiatif yang dilakukan pemerintah tersebut, tidak lepas dari kekurangan dan ketidaksempurnaan. Pada era reformasi, konflik antarumat beragama banyak terjadi di Indonesia. Konflik di Ambon, Poso, dan Kalimantan Tengah, adalah salah satu bukti agama juga bisa menjadi salah satu faktor yang dijadikan alat untuk menyulut dan memperbesar konflik. Tampak bahwa inisiasi upaya kerukunan umat beragama yang dilakukan pemerintah belumlah cukup dan harus dilakukan terus-menerus. Untuk itu, prinsip, nilai, sikap, dan wawasan tentang perlunya mengembangkan toleransi, kerukunan umat beragama, serta menjaga persatuan di Indonesia harus menjadi pegangan kita semua.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang juga penting adalah bagaimana agar kerukunan umat beragama itu tidak terus bersifat top-down, elitis, dan berhenti pada dialog formal dan seremonial saja. Kerukunan umat beragama memang harus didorong dan diberikan motivasi oleh Depag, juga hendaknya diupayakan penyediaan fasilitas untuk mendukung itu. Akan tetapi, para pemuka agama harus juga berinisiatif agar kesadaran ini terus tersebar dalam level grassroots dan menjadi bagian dari pentingnya menjaga keharmonisan dan persatuan bangsa. Departemen Agama perlu juga melakukan pendataan yang serius dan komprehensif tentang peta, analisis, keberhasilan, serta evaluasi kegagalan program kerukunan umat beragama ini. Agar kerukunan umat beragama ini menjadi bagian dari program yang berkelanjutan dan dapat dievaluasi setiap saat, diperlukan juga database yang menyediakan data lengkap tentang perjalanan kerukunan umat beragama di Indonesia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelkristiani.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelkristiani.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelkristiani.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelkristiani.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelkristiani.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelkristiani.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelkristiani.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelkristiani.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelkristiani.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelkristiani.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelkristiani.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelkristiani.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelkristiani.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelkristiani.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelkristiani.wordpress.com&amp;blog=12142753&amp;post=3&amp;subd=artikelkristiani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/02/20/kerukunan-umat-beragama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1513353a69c7cdde6f0516a67c3691d0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelkristiani</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
